FINAL DEBAT 2 BAHASA

UPT Bahasa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan resmi menutup rangkaian kegiatan “Pelatihan dan Pembinaan Debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris 2025” pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Kantor UPT Bahasa. Penutupan ini menjadi puncak dari seluruh proses pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari pendalaman materi debat, simulasi intensif, hingga evaluasi bertahap untuk mengukur kesiapan dan perkembangan peserta. Pada hari pelaksanaan penutupan, empat grup terbaik yang berhasil lolos seleksi tampil dalam final debate untuk memperebutkan peringkat satu, dua, dan tiga. Kompetisi berlangsung dengan dinamis dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan argumentasi serta komunikasi peserta dalam Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris.

Kegiatan pelatihan dan pembinaan debat ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan berbahasa, kemampuan berpikir kritis, dan kompetensi menyusun argumentasi yang logis serta efektif. Selain itu, program ini memiliki manfaat yang luas bagi peserta, pembina, maupun institusi, karena mendukung terciptanya lingkungan akademik yang progresif, komunikatif, dan berdaya saing global. Secara lebih mendalam, kegiatan ini juga mencerminkan implementasi nilai theoantropo-ekosentris, yakni integrasi antara nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kepedulian lingkungan dalam proses pendidikan. Melalui pendekatan ini, pelatihan debat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, etika berdiskusi, serta kesadaran sosial dan moral peserta.

Dalam sambutan penutupannya, Kepala UPT Bahasa, Sokhira Linda Vinde Rambe, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, panitia, dan jajaran dosen yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa pelatihan debat ini merupakan bagian penting dari upaya UPT Bahasa dalam mendukung visi dan misi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan untuk mencetak mahasiswa yang unggul dalam penguasaan bahasa, memiliki daya saing global, dan berkarakter islami. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa debat bukan sekadar ajang memenangkan argumen, tetapi ruang pembelajaran untuk mengasah kedewasaan intelektual, menumbuhkan sikap saling menghargai, membangun kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan, serta menjunjung tinggi etika komunikasi. Beliau juga menambahkan bahwa UPT Bahasa akan terus berkomitmen mengembangkan program pelatihan yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan tantangan era digital, sehingga peserta mampu menjadi duta bahasa yang membawa nama baik UIN Syahada di berbagai kompetisi dan ruang akademik.

Di akhir kegiatan, UPT Bahasa menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menerapkan kemampuan debat yang telah diperoleh dalam kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, serta interaksi sosial sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan bagi perkembangan model pembinaan bahasa yang lebih kreatif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UPT Bahasa berharap pembinaan debat dapat menjadi program rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya sehingga memperkuat reputasi UIN Syahada sebagai kampus yang menjunjung tinggi integrasi nilai keilmuan, ketuhanan, kemanusiaan, dan kepedulian lingkungan sesuai paradigma theoantropo-ekosentris. Kegiatan resmi ditutup dengan pengumuman pemenang, pemberian apresiasi, dan sesi foto bersama sebagai simbol berakhirnya rangkaian pelatihan dan pembinaan debat tahun 2025.