UPT Bahasa UIN Syahada Laksanakan Ujian Bahasa Arab Assasiyah dan Bahasa Inggris For Beginner, Semester Ganjil 2026
Padangsidimpuan — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melaksanakan Ujian Bahasa Arab Asasiyah dan Bahasa Inggris Elementary pada 20–21 Oktober 2026. Ujian ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian kompetensi kebahasaan mahasiswa sekaligus memperoleh gambaran mengenai penguasaan materi pada tingkat dasar.
Pelaksanaan ujian mencakup 57 lokal dari empat fakultas, dengan rincian Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 34 lokal, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 13 lokal, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) sebanyak 6 lokal, serta Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) sebanyak 4 lokal. Peserta ujian merupakan mahasiswa yang memenuhi ketentuan kehadiran untuk mengikuti evaluasi.
Ujian dilaksanakan menggunakan sistem paper test dengan komponen evaluasi yang disesuaikan dengan pembelajaran masing-masing bahasa. Pada Bahasa Arab Asasiyah, evaluasi mencakup qira’ah (membaca), kitabah (menulis), serta istima’ (menyimak) dan praktik muhadatsah (berbicara). Sementara itu, Bahasa Inggris Elementary mencakup reading, writing, listening, dan speaking.
Komponen tersebut menempatkan kemampuan berbahasa sebagai keterampilan yang perlu dikembangkan secara menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga mengembangkan kemampuan memahami informasi serta menyampaikan gagasan secara lisan maupun tertulis.
Kepala UPT Bahasa UIN Syahada, Dr. Eka Sustri Harida, M.Pd., menyampaikan bahwa evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Ujian diperlukan untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah dipelajari dapat dikuasai mahasiswa sekaligus menjadi dasar untuk menentukan aspek pembelajaran yang perlu diperkuat.
“Ujian ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui penilaian terhadap kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, kita dapat memperoleh gambaran tentang penguasaan bahasa mahasiswa sesuai dengan tingkat pembelajarannya. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi proses pembelajaran berikutnya,” ujarnya.
Dalam konteks akademik, evaluasi tidak semata-mata berorientasi pada perolehan nilai. Hasil ujian juga dapat memberikan informasi mengenai kompetensi yang telah dikuasai mahasiswa dan aspek yang masih memerlukan penguatan. Dengan demikian, evaluasi berfungsi sebagai salah satu instrumen untuk menilai ketercapaian pembelajaran dan mengidentifikasi kebutuhan perbaikan.
Pelaksanaan ujian yang mencakup puluhan lokal di empat fakultas tersebut memerlukan pengaturan dan koordinasi agar kegiatan berlangsung sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang ditetapkan. Cakupan pelaksanaan ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengelolaan pembelajaran bahasa yang terencana, terutama dalam memastikan proses evaluasi dapat dilaksanakan secara tertib dan terukur.
Penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris memiliki relevansi dengan kebutuhan akademik mahasiswa, mulai dari memahami literatur hingga mengakses perkembangan ilmu pengetahuan dan membangun komunikasi lintas bahasa. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa pada tingkat dasar perlu menjadi fondasi yang memadai bagi pengembangan kompetensi pada tahap berikutnya.
Melalui pelaksanaan ujian ini, UPT Bahasa UIN Syahada menempatkan evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran bahasa. Hasil penilaian diharapkan tidak berhenti sebagai catatan nilai, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan memperkuat kompetensi kebahasaan mahasiswa secara berkelanjutan.



brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 35;