UPT Bahasa UIN Syahada Gelar Uji Kompetensi Dosen Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Padangsidimpuan, 14 Agustus 2026 — UPT Bahasa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (UIN Syahada) melaksanakan Uji Kompetensi Dosen dan Tutor Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya pemetaan kompetensi dan peningkatan mutu tenaga pengajar bahasa di lingkungan UIN Syahada.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Laboratorium Komputer UIN Syahada dengan sistem Computer-Based Test (CBT). Ujian mencakup Tes Potensi Akademik (TPA) dan tes kemampuan bahasa sesuai bidang yang diampu peserta.

Dosen dan tutor Bahasa Inggris mengikuti ujian pada sesi pertama pukul 13.00–15.00 WIB, sedangkan dosen dan tutor Bahasa Arab mengikuti sesi kedua pukul 15.15–17.15 WIB. Peserta yang berada di luar Padangsidimpuan tetap diberikan kesempatan mengikuti ujian dari tempat masing-masing dengan sistem dalam jaringan.

Dalam pelaksanaannya, TPA diberikan waktu 20 menit, sedangkan tes kemampuan bahasa berlangsung selama 100 menit. Untuk Bahasa Inggris, kemampuan kebahasaan diuji melalui TOEFL, sementara Bahasa Arab melalui TOAFL. Peserta juga diwajibkan menggunakan headset atau earphone berkabel untuk mendukung kelancaran tes.

Kepala UPT Bahasa UIN Syahada, Dr. Eka Sustri Harida, M.Pd., mengatakan uji kompetensi tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan dosen pada bidang yang diampunya.

“Uji kompetensi dosen ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi kompetensi dosen pada masing-masing bidang keilmuan dan dalam menguasai bidang pembelajaran. Hasilnya nanti akan digunakan sebagai salah satu indikator penempatan dan pembagian kelas bagi dosen-dosen Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” ujarnya.

Menurutnya, hasil tes tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan penempatan dosen. UPT Bahasa juga mempertimbangkan sejumlah indikator lain, seperti kedisiplinan dan kepatuhan dalam menyerahkan lesson plan, pelaksanaan jadwal perkuliahan, serta sikap dan etika dosen dalam berinteraksi dengan pimpinan, staf, mahasiswa, dan sesama kolega.

Selain kompetensi akademik dan kebahasaan, dedikasi dosen dalam mendukung program UPT Bahasa, khususnya pembelajaran Intensif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, juga menjadi salah satu pertimbangan penting.

“Sebagai dosen bahasa yang bertugas menempa pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam berbahasa, dosen juga harus memiliki kualitas yang baik, tidak hanya dari kemampuan berbahasa, tetapi juga dari segi etika dan perbuatan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa uji kompetensi diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala, bahkan setiap tahun, sehingga UPT Bahasa memiliki dasar evaluasi yang lebih terukur dalam mengembangkan kualitas tenaga pengajarnya.

“Kita berharap kegiatan tes kompetensi ini dapat dilakukan setiap tahun agar UPT Bahasa dapat melakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap para dosen. Untuk meningkatkan pelayanan bahasa kepada mahasiswa, UPT Bahasa harus terus membenahi diri, baik dari sisi program maupun sumber daya manusia,” katanya.

Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi bagian dari langkah UPT Bahasa UIN Syahada dalam membangun pembelajaran bahasa yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada mutu. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar pemetaan kompetensi dosen sekaligus mendukung pengembangan kualitas pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara berkelanjutan.

Dengan demikian, peningkatan mutu pembelajaran tidak hanya diarahkan kepada mahasiswa sebagai peserta didik, tetapi juga dimulai dari peningkatan kualitas tenaga pengajar yang menjadi garda terdepan dalam pembinaan kemampuan bahasa di UIN Syahada.