Hadapi Tahun Akademik 2026/2027, UPT Bahasa UIN Syahada Matangkan Perkuliahan Intensif

Padangsidimpuan — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menggelar rapat rutin dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Perkuliahan Intensif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Gedung Terpadu UIN Syahada dan dihadiri oleh dosen serta staf UPT Bahasa.

Rapat dipimpin Kepala UPT Bahasa, Dr. Eka Sustri Harida, M.Pd., dengan agenda utama mengevaluasi pelaksanaan program intensif tahun akademik sebelumnya sekaligus memastikan kesiapan teknis perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam arahannya, Kepala UPT Bahasa menekankan pentingnya evaluasi sebagai dasar untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan perkuliahan. Menurutnya, perkuliahan intensif bahasa tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi harus terukur, tertib, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa mahasiswa.

“Pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Apa yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan kekurangan harus segera diperbaiki. Target kita bukan sekadar menyelesaikan perkuliahan, tetapi memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memperoleh kemampuan berbahasa,” tegasnya. Kepala UPT juga menyampaikan hasil evaluasi bersama pimpinan tentang pembelajaran bahasa yang dilakukan dengan sistem peminatan, beliau menyampaikan kepada peserta rapat bahwasanya perkuliahan disemester genap dikembalikan seperti biasa, atau tidak lagi dalam bentuk peminatan. Hal ini tentu mendapat sambutan meriah dari para dosen.

Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, UPT Bahasa melakukan pembaruan bahan ajar. Untuk Bahasa Arab digunakan buku bahasa yang baru, sedangkan untuk Bahasa Inggris digunakan buku yang telah direvisi. Pembaruan bahan ajar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran bahasa.

Secara teknis, perkuliahan intensif dilaksanakan dengan beban 3 SKS per hari dan berlangsung tiga kali dalam satu minggu. Dari total tersebut, pembelajaran dibagi menjadi 2 SKS untuk teori dan 1 SKS untuk praktik. Komposisi ini dirancang agar pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa secara langsung.

Khusus pada dua minggu awal perkuliahan, dosen akan melakukan observasi dan pemetaan kemampuan awal mahasiswa. Pemetaan ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bahasa masing-masing mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Hasil observasi menjadi salah satu dasar dalam menentukan pendekatan dan strategi pembelajaran selanjutnya.

Dari sisi teknis, perkuliahan intensif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris tahun akademik ini akan dilaksanakan pada 57 lokal. Untuk pelaksanaannya, 57 lokal perkuliahan bahasa tersebut dibagi ke dalam beberapa lokal sesuai dengan jumlah mahasiswa di fakultas masing-masing. Sebanyak 34 lokal diberikan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, yang terbagi menjadi 17 lokal di pagi hari dan 17 lokal di siang hari. Sementara untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terdapat 13 lokal untuk pekuliahan pagi hari. Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum memiliki 6 kelas, dan Fakultas dakwah dan ilmu Komunikasi dengan 4 lokal yang menjalankan perkuliahan di siang hari.

Dengan adanya 57 lokal, maka dibandingkan dengan ketersediaan dosen, maka terdapat 19 double class pada kelas bahasa Inggris, dan 21 pada kelas bahasa Arab. Dosen yang mendapatkan double class ini tentu memiliki beban lebih daripada dosen yang memiliki single class. “Penempatan dosen dengan double class sudah dengan berbagai pertimbangan, termasuk hasil evaluasi dosen yang dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2026 yang lalu, yakni berupa kemampuan pedagogik melalui Tes Potensi Akademik dan kemampuan bidang melalui tes TOEFL dan TOAFL prediksi”, ungkap Kepala UPT. Selain hasil tes tersebut Kepala UPT menyampaikan bahwa pertimbangan memberikan double class adalah berdasarkan evaluasi terhadap kedisiplinan dosen dalam mengumpulkan RPS dan dalam melakukan proses belajar dan pembelajaran, dan beberapa hal lainnya. Roster atau pembagian jadwal mengajar kemudian disampaikan kepada para dosen sebagai acuan pelaksanaan perkuliahan.

Selain pembagian roster, rapat juga membahas tata tertib pelaksanaan perkuliahan. Koordinator Bahasa Arab dan Koordinator Bahasa Inggris menyampaikan berbagai ketentuan teknis yang harus menjadi perhatian seluruh dosen, mulai dari kedisiplinan, ketepatan waktu, pelaksanaan pembelajaran, hingga tanggung jawab terhadap kelas masing-masing.

Rapat rutin tersebut juga dirangkaikan dengan acara perpisahan bagi sejumlah dosen dan staf yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di UPT Bahasa. Suasana penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan tersebut. Perpisahan ini menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari UPT Bahasa UIN Syahada.

Adapun dosen dan staf yang dilepas dalam acara perpisahan tersebut adalah Afrina Refdianti, M.A, Sokhira Linda Vinde Rambe, M.Pd., Idam Kholid Nasution, M.Pd., Dedek Rahwandi Harahap, S.H.I., Sopia Sipahutar, S.Pd.I., Agus Fandi, A.Md.,dan Maysyithah Yunitami Nasution, S.Kom. Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan kontribusi mereka, UPT Bahasa menyerahkan cinderamata dalam acara perpisahan tersebut.

Kepala UPT Bahasa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen dan staf yang telah memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan program dan layanan UPT Bahasa. Perpisahan tersebut tidak dimaknai sebagai berakhirnya silaturahmi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan pengabdian yang meninggalkan kontribusi dan kenangan bagi keluarga besar UPT Bahasa.

Melalui rapat ini, UPT Bahasa menegaskan kesiapan memasuki perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dengan pembagian tugas yang jelas, bahan ajar yang diperbarui, sistem pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, serta pemetaan kemampuan mahasiswa sejak awal.

Dengan 57 lokal perkuliahan, seluruh dosen diharapkan menjalankan tugas secara disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Perkuliahan Intensif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris tidak sekadar terlaksana, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi bahasa mahasiswa.