UPT Bahasa Gelar Pembinaan Bahasa bagi Musyrif Ma’had, Rektor: Kunci Bahasa adalah Praktik

Padangsidimpuan — UPT Bahasa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan melaksanakan Pelatihan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bagi Musyrif/Musyrifah Ma’had Jamiah selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag., serta Ketua DWP UIN Syahada, Ny. JWS Sumper Mulia, dan dari ma’had dihadiri oleh ustzah Mastika Rtg, M.Pd.

Kegiatan yang diikuti 79 musyrif/musyrifah ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan komunikasi sehari-hari di lingkungan Ma’had Jamiah.

Tiga Hari Pelatihan, Berbasis Praktik

Pelatihan diawali pada Rabu, 19 Agustus 2026, dengan registrasi peserta pukul 07.30–08.00 WIB. Pembukaan dilaksanakan pukul 08.00–09.00 WIB di Aula Biro, dilanjutkan pretest Bahasa Arab dan Bahasa Inggris untuk memetakan kemampuan awal peserta. Setelah coffee break, peserta mengikuti Materi I Bahasa Arab dan Bahasa Inggris mulai pukul 09.40–12.00 WIB secara berkelompok dengan pendampingan instruktur.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, pelatihan dilanjutkan dengan Materi II Bahasa Inggris pukul 07.30–09.30 WIB di kelas masing-masing. Setelah istirahat, peserta mengikuti Materi II Bahasa Arab pukul 09.40–11.40 WIB.

Sementara itu, pada Jumat, 21 Agustus 2026, peserta mengikuti Materi III Bahasa Inggris pukul 07.30–09.30 WIB, kemudian dilanjutkan Materi III Bahasa Arab pukul 09.40–11.40 WIB dan diakhiri dengan Postest untuk mengevaluasi kegiatan. Seluruh sesi dilaksanakan bersama instruktur di kelas masing-masing.

Pelatihan ini didukung oleh instruktur Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, yakni Akmal Khairani Nasution, M.Pd., Nurmadinah Hasibuan, M.Pd., Herlinda Pohan, M.Pd., Siska Wahyu Dalimunthe, S.Pd., Suryani Harahap, S.Pd.I., H. Syamsul Bahri Rangkuti, Lc., MA., Muhammad Karim Hasibuan, M.H., Nurhakimah, M.Sos., Awaluddin Siregar, M.Pd., dan Ratsuhanni Nasution, M.H. Para instruktur memberikan materi dengan pendekatan yang menekankan praktik dan penggunaan bahasa secara aktif dalam komunikasi sehari-hari.

Kepala UPT Bahasa: Bahasa Harus Menjadi Kebiasaan

Dalam sambutannya, Kepala UPT Bahasa, Dr. Eka Sustri Harida, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini diarahkan agar kemampuan bahasa para musyrif/musyrifah tidak berhenti pada penguasaan teori. Bahasa harus digunakan secara aktif dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari di ma’had.

Musyrif dan musyrifah diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus penggerak budaya berbahasa bagi mahasiswa yang mereka dampingi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT Bahasa juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, meluangkan waktu, dan berkontribusi dalam mempersiapkan serta menyukseskan pelaksanaan kegiatan.

Rektor: Kunci Bahasa adalah Praktik

Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menegaskan bahwa penguasaan bahasa tidak cukup hanya dengan mempelajari teori. Menurutnya, kunci utama penguasaan bahasa adalah keberanian untuk mempraktikkannya.

“Berani memulai. Kunci bahasa adalah praktik,” tegas Rektor.

Rektor juga mengingatkan para musyrif/musyrifah agar menjadikan pengalaman selama menjalankan tugas sebagai bahan evaluasi. Hal-hal positif yang telah diterapkan selama dua semester harus dipertahankan dan diteruskan. Sebaliknya, kebiasaan yang kurang baik tidak boleh diwariskan kepada mahasiswa yang dibina.

“Yang positif selama kalian dua semester terapkan, yang tidak baik jangan diberikan contoh kepada adik-adiknya,” pesannya.

Menurut Rektor, para musyrif/musyrifah merupakan orang-orang yang terpilih karena bersedia mendedikasikan waktu dan tenaga untuk mengabdi serta mendampingi mahasiswa di Ma’had Jamiah.

“Kalian adalah orang terpilih. Tidak semua teman kalian mau mendedikasikan diri untuk mengabdi,” ujarnya.

Melalui pelatihan selama tiga hari tersebut, UPT Bahasa menargetkan adanya peningkatan kemampuan praktis Bahasa Arab dan Bahasa Inggris para musyrif/musyrifah. Kemampuan tersebut diharapkan langsung diterapkan dalam interaksi sehari-hari sehingga tercipta lingkungan Ma’had Jamiah yang lebih aktif dalam penggunaan bahasa.